Rabu, 21 September 2011

Pembantu MALING

 "Ahmadi Agung" <Agung@kaochem.co.id>


Waktu itu saya masih SD di Pacitan, ada seorang wanita yg menghiba-hiba pada orang tua saya mohon pekerjaan, jadi pembantu juga ngga apa-apa kata si wanita itu.Sesungguhnya keluarga saya saat itu belum butuh lagi pembantu, barusan pembantu yg telah bekerja selama 15 tahun di rumah saya meninggal karena melahirkan di kampungnya.

Karena kasihan, kedua orangtua saya menerima wanita itu sebagai pembantu tanpa menanyakan dulu asalnya darimana & rumahnya di mana, wanita itu sungguh amat rajin sekali bekerja yg membuat orangtua saya sayang sama dia karena terkenang pembantu saya yg telah meninggal itu.

Saat itu musim hujan, hampir tiap hari hujan deras, namun malam itu hujan hanya rintik-rintik saja dan malam itu telah tiga hari wanita itu bekerja di rumah saya.Pas tengah malam saat saya sedang lelap tidur saya terbangun tiba-tiba karena  mendengar suara kedua orang tua saya bercakap-cakap cukup kencang, ternyata pembantu itu seorang wanita penjahat, dia kabur dng membawa cukup banyak barang-barang di rumah saya, bahkan semua sepatu di rumah saya dia sikat juga dan rumah saya di biarkan pintu depan-nya terbuka lebar,  EDAN.

Menurut informasi, malam itu ada orang yg melihat wanita yg pura-pura jadi pembantu di rumah saya itu kabur di jemput gerombolanya dng membawa sebuah mobil.Salam
Agung AL-Pacitan

Ketika Yani Mulai Pacaran

oleh : Moch Nursetyobudi <mnoorbudi@yahoo.com>


 "Yani sudah bertahun2 ikut saya, tetapi ketika sudah tahu pacaran malah merepotkan kami, dan dalam mensikapinya kami cukup bijak dengan menyediakan slot waktu untuk saling bertemu tiap malam minggu.
Ternyata itu tidak cukup bagi dia yang lebih terbakar oleh nafsu anak muda berpacaran, puncaknya dia minta ijin untuk keluar rumah hari tertentu, dan kami tidak memberi ijin. Nekadlah dia dengan meminta teman cowoknya untuk pura2 nelpun ke rumah kami mengabarkan kalo bapaknya Yani ini sedang sakit keras dan koma jatuh dari rumah di salah satu proyek di Jakarta. Dan dengan empati saya pun memberi uang saku agar segera mengunjungi bapaknya. Ampun dah skenario.

Istri saya dengan jenius memeriksa kamar si Yani ini dan menemukan tulisan sbb:

    " Pak, bapaknya Yani sakit parah koma setelah jatuh dari rumah proyek" ==> lha ini yang dibaca laki2 tadi di ujung telpun.

Dia tidak tahu bahwa kami pernah ke tempat saudaranya di rumah gang sempit di Jakarta dan tentunya, kamipun konfirmasi yang ternyata bapaknya sehat wal afiat bahkan kami meminta beliau untuk segera datang ke rumah.

Malampun tiba, dan Yani sang pembatu itupun masuk rumah. Sudah deh abis. Apalagi di pagi harinya bapaknya pun yang segar bugar datang menjemput anaknya yang sudah kami hentikan untuk bekerja.

Demikian ceritanya. Lucu dan menjengkelkan.